Sudah pernah scaling gigi tetapi karang gigi muncul lagi dalam waktu yang cukup singkat? Hal ini sering membuat orang bingung. Padahal gigi sudah dibersihkan dan terasa lebih nyaman setelah perawatan.
Sebenarnya karang gigi bisa terbentuk kembali karena plak terus muncul setiap hari. Ada juga beberapa kebiasaan yang membuat karang gigi tumbuh lebih cepat. Lalu kenapa karang gigi bisa muncul lagi dan bagaimana cara mencegahnya?
Kenapa Karang Gigi Bisa Muncul Lagi Setelah Scaling?
Karang gigi adalah plak yang sudah mengeras dan menempel pada permukaan gigi. Plak sendiri terbentuk dari campuran bakteri, sisa makanan, dan air liur. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak lama-lama akan mengeras menjadi karang gigi.
Karang gigi biasanya terlihat seperti lapisan putih kekuningan, coklat, atau kehitaman. Bagian yang sering terkena adalah belakang gigi bawah, dekat garis gusi, dan sela-sela gigi. Karena sudah keras, karang gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan sikat gigi biasa.
Salah satu cara membersihkan karang gigi paling efektif adalah melakukan scaling gigi. Akan tetapi tidak berhenti pada tahap satu kali scaling saja. Karena jika kamu hanya melakukan sekali scaling maka akan karang gigi akan muncul lagi.
Berikut ini beberapa penyebab karang gigi muncul lagi setelah scaling:
1. Plak Gigi Masih Menumpuk
Salah satu penyebab karang gigi cepat muncul lagi adalah plak yang masih tertinggal di gigi. Plak bisa terbentuk kembali beberapa jam setelah seseorang menyikat gigi. Jika tidak dibersihkan dengan benar, plak akan terus menumpuk.
Lama-kelamaan, plak akan bercampur dengan mineral dari air liur. Proses ini membuat plak berubah menjadi karang gigi. Jadi meskipun sudah melakukan scaling, karang gigi tetap bisa muncul lagi jika kebersihan gigi sehari-hari kurang terjaga.
2. Cara Menyikat Gigi Masih Kurang Tepat
Menyikat gigi dua kali sehari memang penting. Namun cara menyikat gigi juga tidak kalah penting. Banyak orang masih menyikat gigi terlalu cepat atau hanya membersihkan bagian depan gigi yang terlihat saat tersenyum.
Padahal bagian belakang gigi, garis gusi, dan bagian dalam gigi juga perlu dibersihkan. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat selama sekitar dua menit. Lakukan gerakan perlahan agar plak bisa terangkat dengan lebih maksimal.
3. Tidak Membersihkan Sela-Sela Gigi
Sikat gigi tidak selalu bisa menjangkau sela-sela gigi. Sisa makanan dan plak bisa tertinggal di area tersebut tanpa disadari. Jika dibiarkan, plak di sela gigi dapat mengeras dan menjadi karang gigi.
Untuk membersihkan sela-sela gigi, kamu bisa menggunakan dental floss atau benang gigi. Jika terdapat celah yang cukup lebar, interdental brush juga bisa digunakan. Kebiasaan ini membantu mengurangi plak yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
4. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Manis
Makanan dan minuman manis juga bisa menjadi salah satu penyebab karang gigi cepat muncul. Gula dapat digunakan oleh bakteri di dalam mulut untuk menghasilkan asam. Jika dikonsumsi terlalu sering, plak bisa lebih mudah menumpuk.
Contohnya seperti teh manis, kopi dengan gula, minuman kemasan, permen, dan camilan manis. Bukan berarti kamu harus berhenti mengonsumsi makanan manis sepenuhnya. Namun, sebaiknya batasi jumlahnya dan jangan lupa membersihkan gigi setelah makan.
5. Kondisi Air Liur Setiap Orang Berbeda
Air liur memiliki fungsi penting untuk menjaga kelembaban mulut. Namun air liur juga mengandung mineral yang bisa membuat plak mengeras. Karena itu beberapa orang mungkin mengalami karang gigi yang tumbuh lebih cepat dibandingkan orang lain.
Karang gigi sering muncul di area dekat saluran air liur seperti bagian belakang gigi depan bawah. Jadi meskipun sudah rajin menyikat gigi, karang gigi tetap bisa terbentuk kembali karena pengaruh kondisi air liur.
6. Kebiasaan Merokok
Merokok dapat mempengaruhi kebersihan gigi dan kesehatan gusi. Asap rokok bisa membuat gigi berubah warna dan menyebabkan karang gigi terlihat lebih gelap. Karang gigi pada perokok biasanya berwarna coklat tua atau kehitaman.
Selain itu merokok juga dapat meningkatkan risiko masalah pada gusi. Jika ingin menjaga kesehatan gigi dan mulut sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan ini juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
7. Tidak Melakukan Scaling Secara Rutin
Sebagian orang baru datang ke dokter gigi ketika karang gigi sudah tebal atau gusi mulai berdarah. Padahal pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin dapat membantu mencegah masalah menjadi lebih parah.
Jadwal scaling bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang cukup melakukan scaling setiap enam bulan. Namun orang yang mudah mengalami karang gigi mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering sesuai kondisi gigi dan gusinya.
Apakah Karang Gigi yang Cepat Muncul Berbahaya?
Karang gigi yang dibiarkan bisa mengganggu kesehatan gigi dan gusi. Permukaannya yang kasar dapat menjadi tempat bakteri menempel. Akibatnya gusi bisa menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
Karang gigi juga bisa menyebabkan bau mulut dan membuat gigi terlihat kotor. Jika tidak ditangani, masalah ini dapat berkembang menjadi penyakit gusi. Karena itu sebaiknya jangan menunggu sampai gigi terasa sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Cara Mencegah Karang Gigi Cepat Muncul Lagi
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko karang gigi tumbuh kembali. Pertama sikat gigi dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride dan sikat gigi dengan cara yang benar.
Kedua bersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss. Selain itu batasi makanan dan minuman manis, minum air putih yang cukup, serta hindari kebiasaan merokok. Jangan lupa melakukan pemeriksaan gigi secara rutin agar kondisi gigi dan gusi tetap terpantau.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Sebaiknya segera periksa ke dokter gigi jika karang gigi muncul sangat cepat, gusi sering berdarah, gusi membengkak, atau mulut tetap bau meskipun sudah menyikat gigi. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada gigi atau gusi.
Dokter gigi dapat memeriksa penyebab karang gigi cepat muncul dan menentukan perawatan yang sesuai. Jika diperlukan, dokter bisa melakukan scaling ulang dan memberikan saran perawatan gigi di rumah.
Butuh layanan scaling profesional dengan hasil terbaik? kamu bisa datang langsung ke klinik gigi jogja atau klinik gigi jakarta selatan untuk melakukan konsultasi kepada dokter di Opal Dental.
Kesimpulan
Jadi kenapa karang gigi bisa cepat muncul lagi? Penyebabnya bisa berasal dari plak yang masih tertinggal, cara menyikat gigi yang kurang tepat, tidak membersihkan sela-sela gigi, terlalu sering makan manis, kondisi air liur, hingga kebiasaan merokok.
Scaling memang membantu mengangkat karang gigi yang sudah terbentuk. Namun perawatan sehari-hari tetap penting agar karang gigi tidak cepat menumpuk kembali. Dengan menjaga kebersihan gigi dan melakukan pemeriksaan rutin, kesehatan gigi dan gusi bisa lebih terjaga.